Tags

Ibu!


Kau tahu semerbak bunga kasturi yang berpendar ditiup hembusan angin surga,
Membawa harum dan menggantung raga dalam asa setiap insan manusia,
Tiupan nafasmu yang selalu kau tiupkan ke dalam paru-paru, membawa udara segar yang terlampau indah untuk ku tuangkan dalam kata-kata, karena dalam tiupan nafasmu kau telah memberikan kekuatan untuk tetap tegak berdiri di dalam lingkar alam fana ini.

Engkau telah menjadi  “Malaikat Putih Berkalungkan Mahabbah dan Suka serta Senyuman indah”
Aku telah menempatkan engkau dalam kedudukan yang hampir sama dalam tataran Mahkluk Yang Mulia, dengan lembut kau sapih aku, dengan sisa-sisa tenagamu kau tuntun aku berjalan melalui gelapnya malam dan dengan senyummu kau selalu berkata bahwa hidup adalah anugerah , dan sejak saat itu aku mencoba merenung dan menelungkupkan wajahku ke dalam lipatan pahaku, karena aku tidak pernah melakukan apapun untuk membalas semua kebaikanmu yang terlampau besar dan luas tak terhingga

Surga ada di telapak kakimu,biarkan aku membasuh dengan tanganku yang sebetulnya tak pantas untuk menyentuh kaki-kaki yang diibaratkan sebagai kaki surga...
Tapi biarkan aku berbakti kepadamu selayaknya dan semampunya karena Engkau yang telah menjadi perantaraku untuk bisa menikmati indahnya hidup dan merasakan setiap anugerah yang telah diciptakan oleh-Nya kepada setiap hamba-Nya..

Ohh ibu....
Engkau adalah mahkluk Mulia dan Terindah yang selalu mengiringi setiap hembusan dan detak jantung yang berjalan pelan seiring detik jarum jam yang berdentang.....


“Ibu......kenapa kau telah meninggalkan aku dalam sekejap mata!!
Tak kau lihat betapa rapuhnya segumpal daging dan darah yang tercipta dari rahimmu ini menghadapi
Hidup yang bagaikan terombang – ambing ditiup angin dari berbagai penjuru.....
Tanpamu tak ada yang lebih berarti, tanpamu tak ada yang lebih mengerti,  dan tanpamu tak ada yang  menghargai, aku disini sendiri.......siapkah aku dengan setiap bungkus polos kulit putihku yang tak tahu apa –apa tentang betapa kerasnya tangan dunia yang berusaha mencari korban selanjutnya....”

Malam ini adalah malam sunyi yang terlalu senyap untuk kulewati sendiri,di bawah kolong langit, insan manusia bisa menengadahkan wajahnya untuk melihat indahnya titik-titik cahaya terang sebagai cahaya jalan yang menerangi setiap dan apapun jalan yang gelap, kau tahu bahwa kita baru merasa kehilangan seseorang jika orang itu telah meninggalkan kita sendiri dengan segala tampuk beban yang teramat sangat berat untuk dipikul oleh setiap orang yang baru merasa kehilangan........

“Ibu........aku teringat ketika di waktu setiap malam ketika kelopak mata ini telah sayu dan berat untuk menahan beban melihat indahnya dunia,kau mulai bercerita dan berdongeng tentang apapun, kuingat engkau berdongeng tentang kancil , abunawas , bahkan sampai pewayangan tentang sosok Bisma yang sebagai sosok yang wibawa dan pahlawan yang dihormati....yang gugur di tangan panah sang Arjuna....
Kau menginginkan aku seperti tokoh-tokoh yang kau ceritakan dalam dongengmu......, tapi Tangan Takdir Tuhan telah menuliskan kenyataan lain,Engkau telah bersemayam dalam indahnya surga yang diimpi-impikan oleh setiap orang , engkau telah tenang dalam peristirahatanmu......”

“Ibu..........apakah aku akan jatuh terkulai berdebam dan dengan keras menghantam tanah yang kupijak karena engkau sebagai peganganku telah mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya, karena disini aku hanya sendiri, ketika pagi aku hanya berteman dengan adzan yang bertugas membangunkan orang dengan lafal-lafal kata agung dan indah yang terlontar dari rumah ALLAH, dan ketika siang aku hanya bertutur kepada matahari dan bercerita serta mendengarkan kabar dari surga tentang Ibu yang telah tenang disana dari hembusan angin yang setiap hari selalu menyapaku dengan senyumnya,  juga ketika malam aku hanya bisa melihat wajahmu dari sosok rembulan yang mulai meninggi di atas atap para malaikat – malaikat yang sedang bersanding di kuatnya iman”

“Ibu......biarkan aku menyusulmu untuk menuntaskan baktiku padamu yang tak bisa ku selesaikan di dalam dunia yang carut-marut oleh tangan dan pikiran manusia ini, biarkan aku menjadi buah hati kesayanganmu yang selalu berada disisimu menjaga engkau dalam suka dan duka dan dalam tangis maupun tawa, tetapi semua itu tidak berani untuk kulakukan karena engkau muncul dengan sosok yang ingin menguatkan aku dengan setiap tutur kata dan sentuhan lembut indah jemarimu yang mampu mengokohkan aku...

Engkau berkata”anakku jangan kau bersedih, semua ini adalah garisan takdir yang bisa saja terjadi kepada setiap makhluk-Nya,teruskanlah perjuanganmu, simpanlah sisa – sisa nafasmu dan air matamu,  jangan kau jatuhkan air mata itu ke bumi yang suci karena bumi tidak mau menerima air mata buah hati yang terlalu lemah dalam menjalani kehidupan,perlihatkan pada setiap mata, pertunjukkan pada setiap makhluk ciptaanya bahwa engkau mampu bertahan dengan kesemuanya.......

Anakku hidup adalah sebuah anugerah, tidak ada bencana dalam kehidupan, hidup adalah sebuah makna tersendiri bagi yang bisa menikmati dan mempergunakan setiap jengkal langkah kakinya dan hembusan nafasnya untuk melakukan sesuatu hal yang berguna.............Jangan mengeluh, manusia adalah makhluk yang sangat sempurna, kau tidak kekurangan satu apapun, Ibu tidak akan hilang dari dalam hatimu, Ibu akan menjadi mata hati dan lentera dalam setiap perjalanan hidupmu karena hidup adalah menghargai arti kehidupan itu sendiri.......Ibu yakin kamu bisa....”
Itulah yang selalu menguatkan aku dalam setiap kerasnya hidup yang kujalani.....
Ibu lihatlah dari surga bahwa buah hatimu telah mampu untuk menghargai dan mengerti arti hidup ini....
Ibu kau dengar apa yang kusampaikan,jangan lelah kau untuk selalu membimbingku dan menunjukkan aku dalam setiap jalan yang kutempuh...dan kepada pemilik Alam Semesta jadikanlah Makhluk Yang Termulia itu menjadi makhluk yang yang selalu berada di tempat terbaik-MU.....Jagalah dia Engkau Sang pemilik Asmaul Husna, Payungi dia dengan Tanganmu yang sebagai peneduh Umat-MU,karena engkau adalah MAHA dari segala MAHA yang sanggup berbuat walau hanya dengan kata-kata.........

“Ibu..........lihatlah kolong langit ini telah menjadi rumahku, dan jalan panjang yang terhampar telah menjadi jalanku dan setiap hembusan nafasku telah menjadikan semuanya berjalan dan beriring dalam keinginanmu.....jagalah aku dari nirwana, dan aku selalu berdo’a kepada-NYA supaya engkau mendapat tempat selayaknya.......”

Ibu adalah Makhluk Mulia dan Terindah, jangan pernah kita gores putih hatinya, dan jangan pernah menyia – nyiakan anugerah Tuhan yang terlalu Mulia dan terlalu Indah untuk kita sia-siakan....IBU.......

Biarkan bintang menari mengiringi angin yang bernyanyi indah dan bulan yang bagaikan pemain dalam drama langit menghibur setiap jiwa-jiwa yang luluh dan keruh....
Biarkan sosok IBU yang selalu menjadi penuntun dalam menemukan setiap arti dan rasa yang belum pernah didapat oleh insan manusia yang tak merasa
Dan biarkan Sang Tangan Tuhan sebagai payung yang selalu menaungi dalam setiap bencana yang akan datang menggoyahkan iman.

0 komentar: