Percintaan Senja
Langit itu memerah menggantikan warna biru yang cerah
Matahari hanya tetap terdiam 12⁰ dibawah cakrawala
Mataku tak mampu membedakan semua dibawah langit yang semakin
memesona
Aku pun tak tahu bahwa rumput yang hijau di bawah kaki langit
menemaniku bercinta
Tubuhku berpeluh, menggigil, sekejap terdiam
Seperti serambi jantungku yang menari indah memompa darah
Aku tak mau melenguh, sedang nafasku kian memburu
Tuhan...
Bukan indah yang kuminta seperti awan yang berkelambu, memerah,
membuncah...
Hanya senja...
Sidoarjo, 09 Desember 2010
Wahyu Septian H.





0 komentar: